Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2012

Kawanku Bernama Masa Lalu



Memandang jauh tarian gelombang laut
Berlomba – lomba bertemu dengan bibir pantai
Sang pasir hanya bisa terpaku diam padat
Sedih karena kadang tak padu bersama pantai

Diriku duduk diam tak bersuara
Memutar – mutar slide kehidupanku
Bergerak ke belakang pada masa lalu yang ada
Berusaha mengingatkan lagi tentang kisah dahulu

Perlahan butiran bening mencari celah
Dengan kuat memaksa keluar dari kawalan mata
Bertahta bosan di dalam sini dan sangat lelah
Tetap yakin bahwa inilah saatnya

Sabtu, 19 November 2011

Aku Aku Aku Aku dan Aku


Hujan baru saja pergi
Satu malam sudah ia menyapa
Wahai hujan, mengapa engkau menyapaku di saat keadaan terapuhku?
Bukankah engkau tahu bahwa engkau adalah refleksi nyata dari perasaan hati ini
Tapi, sepertinya hanya engkau yang mampu mengerti

Lelah dan kecewa bercampur menjadi satu
Marah dan kesal membumbung tinggi di angkasa diri
Perasaan hati tak menentu, seperti halnya tak menentunya kedatanganmu
Tapi mengapa hanya aku yang bisa merasakannya?


Rabu, 29 Desember 2010

Senyum Kesedihan


Waktu mengalir perlahan
Meninggalkan bekas jejak hidup nyata
Kadang hilang ditelan kehidupan di depan
Namun tetap bertahan dalam singgasananya

Sang merah berjalan dalam terang gelap hidup
Berjuang tanpa kenal lelah
Hinggap di satu adegan hidup
Dihiasi berbagai bahagia dan masalah

Masih jelas tertulis di langit kisah indah dengan sang biru
Indah bertabur bintang kemilau
Bahkan komando itu pun ada di sana
Tak terlepas dari kisahnya

Kebersamaan ikhlas tanpa beban
Canda tawa jelas menghiasi
Kadang air mata berderai pun mengalir mengarungi beban
Semua ada di sana, ia yang telah terlewat tanpa makna hakiki

Siapa yang bisa menutup telinga jika hati berbisik? Tidak ada kah?
Tapi, nyatanya sang merah bisa
Kuatnya perubahan kelam ia dapatkan di air nan sah
Berseliweran dijati dirinya

~Untuknya~

Tak ayal kisah kehidupan terus berlanjut
Menapaki jalan tak pernah menyerah
Terkadang lelah mendera dan berbagi penat
Menangis di atas sebuah kisah

Kisah tak bernyawa tak berwarna
Hanya keping masa lalu hampir terlupa
Tak tau apa dan bagaimana
Ia senantiasa hadir di sana

Tak satupun manusia ingin kehilangannya
Aku, kau, ataupun mereka
Karena ia terlewat berharga
Tak tergantikan oleh apapun yang ada

Belajar untuk Hidup


Mentari tersenyum indah
Pesona tanpa batas menghiasi
Hinggap sejenak di tanah
Senyum manis menyeruak di sisi

Hidup berjalan tak henti
Berpadu waktu tak kenal lelah
Menemani alunan langkah kaki
Kaki yang terkadang jatuh melangkah

Tak menyerah di kala sepi
Merangkul cahaya terang benderang
Percaya akan kebenaran hakiki
Dari Sang Maha Pencipta nan agung